Spirit Of LOVE

Gila belanja cinta dunia..?!!

Posted on: March 3, 2009

Detik.com

“Orang Indonesia di Cina terkenal sangat heboh jika melihat barang bagus. Apalagi mereka tidak terlalu sering menawar harga. Jelas aja ini bikin para penjual senang melihat tampang Indonesia lewat di depan tokonya. Malah sering dipanggil, Miss…miss Indonesia, let’s have a look…” cerita pengasuh blog belanja-sampai-mati.blogspot.com ini.

Penggila belanja Indonesia juga eksis di Eropa. Suatu ketika Amelia ke gerai Chanel di Saks Fifth Avenue, New York. Begitu melangkahkan kaki masuk, si Beauty Assistant yang tahu Amelia orang Indonesia langsung bilang begini,”Mrs XXX baru aja tadi dari sini.”

Bahkan, sales assistant Chanel di BGM bisa menyebutkan dengan sangat fasih nama keluarga pejabat yang nyonya besarnya (TS) seminggu lalu habis beli tas di butik tersebut. Pelanggan lainnya ada nyonya TAB dan DP.

Amelia juga menceritakan, butik Etienne Aigner di Muenchen pernah mengalami kehebohan gara-gara seorang ibu pejabat Indonesia setingkat menteri — plus rombongan, datang memborong. Sebanyak 80 tas dibeli oleh si Nyonya dan rombongannya pasti ikut beli, entah berapa.

“Sampe-sampe tuh butik Aigner kehabisan barang dan minta diambil dari gudang lagi,” tulis Amelia.

Ketika iseng ditanya oleh seorang penjaga butik tentang keperluan tas tersebut, dengan entengnya si ibu itu menjawab, “Untuk oleh-oleh keluarga di kampung.”

Jelas oleh-oleh yang supermahal! Sebab jika tas Aigner satu bijinya paling murah Rp 8 juta, berarti 80 tas itu sejumlah Rp 640 juta. Hanya untuk oleh-oleh?

KABAR GEMBIRA DAN PERINGATAN

Musibah yang menimpa umat manusia bila di tinjau dari kepemilikan hartanya ada 2 macam:

1. Manusia yang suka menghambur-hamburkan hartanya secara boros, tidak peduli kemana dan bagaimana hartanya di belanjakan, yang tidak ada batasan apapun dan tidak mengacu pada aturan-aturan Tuhan.

2. Manusia yang kikir akan hartanya yang benar-benar tidak mau tahu hak-hak Allah dan juga tidak mau tahu
bahwa pada hartanya itu ada hak orang lain, sampai akhirnya ia menjadi bakhil dan kikir dari segala bentuk kewajiban atas hartanya.

Seyogyanya harta yang kita miliki kita belanjakan sesuai dengan aturan syar’i, tidak berlebih-lebihan dan juga tidak kikir.Inilah yang di sebut dengan kesederhanaan dalam Islam. Al-Quran berpesan pada kita dalam surat Al-Isra ayat 26-29, yang artinya: “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros”.

Dalam ayat lain dikatakan yang artinya: “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan harta mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (Al-Furqon: 67). Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan. Dan syaitan itu adalah sangat ingkar terhadap Tuhannya. Dan jika kamu berpaling dari mereka (tidak sanggup memberikan kepada mereka hak-haknya) untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (terlalu kikir) dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (menghambur-hamburkan harta) karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.

Itu sebagian aturan, bagaimana cara kita membelanjakan harta kita menurut al-Quran.

Allah swt berfirman:  Artinya: Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah swt akan menggantinya dan Dialah sebaik-baiknya pemberi rezeki?. Sekali lagi apabila kita berinfak, janganlah berlebih-lebihan maupun kikir. Janganlah kikir pada diri kita sendiri, pada keluarga kita, pada tetangga kita dan pada orang yang membutuhkannya. Tapi sebelum itu semua, janganlah kita kikir atau bakhil pada hak Allah swt yaitu membayar zakat.

Saudara-saudaraku, harta yang kita miliki adalah nikmat yang wajib kita jaga. Saat ini sungguh banyak yayasan-yayasan Islam di seluruh dunia yang membutuhkan kucuran dana, banyak sekolah-sekolah Islam yang membutuhkan biaya pembangunan, banyak masjid-masjid yang membutuhkan renovasi, pasien-pasien yang membutuhkan biaya
pengobatan, pengungsi-pengungsi yang butuh rumah untuk dinaungi, anak-anak yatim yang membutuhkan orang-orang yang menanggungnya, orang-orang yang kelaparan, tapi disana tidak ada orang yang mau
memberi makan.

Apakah karena umat Islam ini semuanya miskin, sehingga tidak sanggup untuk membantu mereka?. Tidak, banyak umat Islam yang kaya, tapi sayang kekayaan mereka banyak yang dihabiskan untuk berfoya-foya dan bermegah-megahan. Sungguh banyak manusia yang membelanjakan hartanya beribu-ribu dollar, beratus-beratus
ribu dollar tapi tidak untuk membantu mereka. Malah untuk berfoya-foya dan bermegah-megahan, apabila diminta keikhlasan mereka untuk membantu yang membutuhkan, mereka berpangku tangan, mereka kikir, na`uzubillah.

Maka tidaklah heran kalau sampai Al-Qur`an mengingatkan sebagian manusia yang mempunyai sifat yang demikian.Dalam surat An-nisa ayat 36-38: Artinya: Sesunggguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. Yaitu orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir, menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan kepada mereka, dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang
menghinakan. Dan juga orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riyaâ, kepada manusia dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barang siapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah seburuk-buruk teman.

Lihatlah betapa mereka itu bakhil, bahkan menyuruh dan mengajak orang lain untuk bakhil. Betapa mereka itu riyaâ dalam menafkahkan harta mereka, riyaâ dalam pesta pora yang tentunya banyak orang yang akan membicarakannya, riyaâ didalam walimah-walimah mereka, dengan memotong beberapa ekor kambing dan sapi yang mereka makan hanya sepuluh persennya, atau malah tidak sampai sepuluh persennya, kemudian mereka buang sisa-sisa makanan mereka, padahal di sekeliling mereka banyak saudara-saudaranya yang kelaparan, mengharapkan satu suap makanan yang tidak mereka dapatkan.

Berlebih-lebihan menjadi ajang kebanggaan mereka, berlebih-lebihan pada kemungkaran, bahkan pada sesuatu yang
tidak bermanfaat, bakhil akan kewajiban atas harta yang mereka miliki menjadi kebiasaan. Ingatlah, kita secara tidak sadar sering berlebih-lebihan dalam menggunakan air, listrik, telepon genggam, bahkan berlebih-lebihan pada segala hal yang tidak memberi manfaat untuk kita, sepertinya semua harta yang kita miliki ini harta kita.
Bukan!, sekali lagi bukan harta kita, tapi harta Allah swt yang diamanatkan pada kita untuk kita jaga dan menafkahkannya dengan sebaik-baiknya.

Memang benar sebagian kita sangat menjaga harta yang di amanahkan oleh Allah swt, akan tetapi apabila kita dipercaya oleh pemerintah untuk bekerja di instansi pemerintahan
ataupun di kantor-kantor swasta untuk menjaga aset pemerintah, kita sering lalai, berbangga diri dan berlebih-lebihan terhadap kekuasaan dan harta yang di amanahkan pemerintah kepada kita. Yang demikian ini bukanlah termasuk hamba Alslah swt, hamba Allah swt adalah orang-orang yang apabila menafkahkan harta miliknya ataupun
harta orang lain yang di percayakan kepadanya tidak berlebih-lebihan dan juga tidak kikir dan bakhil, inilah yang di maksud kesederhanaan dalam Islam.

Semoga Allah swt menjadikan kita termasuk dalam golongan mereka, amin. Ustadz Roayyani Anwar, dakwatuna.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

March 2009
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Blog Stats

  • 820 hits

Pages

Recent Comments

Mr WordPress on Hello world!
<span>%d</span> bloggers like this: